SURVEYOR BATAM

Beranda » Uncategorized » Kumis Kucing & Seledri, Musuh Besar Hipertensi

Kumis Kucing & Seledri, Musuh Besar Hipertensi

November 2010
M S S R K J S
« Agu   Des »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Flickr Photos

Lebih Banyak Foto

Kategori

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 514 pengikut lainnya

Photo proyek

Station..

Kingfisher (Alcedo atthis)

Supermoon setting

Lebih Banyak Foto

Seledri dan kumis kucing telah terbukti secara klinis efektif mengobati hipertensi (darah tinggi). Bahkan obat fitofarmaka yang berasal seledri dan kumis kucing sama efektifnya dengan Almodipin, obat yang diresepkan dokter untuk pasien hipertensi.

Kumis Kucing, Bisa Menjaga Hipertensi Anda

Uji klinis yang dilakukan para dokter ahli di 13 multicenter (di rumah sakit) di sembilan kota besar menunjukkan obat dari seledri dan kumis kucing sama efektifnya dengan Amlodipin (obat hipertensi di rumah sakit).

Gaya hidup modern telah membuat hipertensi menjadi masalah besar. Di Indonesia saja prevalensi hipertensi cukup tinggi 7% sampai 22%. Bahkan berdasarkan hasil penelitian, penderita hipertensi akan berujung pada penyakit jantung 75%, stroke 15%, dan gagal ginjal 10%.

Sayangnya, daya beli masyarakat melemah sejak krisis moneter 1997. Obat impor yang tersedia dan harganya mahal akan memberatkan masyarakat. Tetapi, ternyata obat tradisional yang telah turun-temurun terbukti ampuh untuk mengobati hipertensi adalah seledri (Apium graviolens L) dan kumis kucing (Orthosiphon stamineus Benth).

Dr dr Siti Fadilah Supari,SpJP dari Bagian Kardiologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) mengatakan, banyak masyarakat Indonesia mengobati hipertensi secara tradisional dengan seledri dan kumis kucing. Ternyata pada uji klinis fase dua, fitofarmaka telah terbukti menurunkan tekanan darah binatang uji coba kucing dan manusia sehat. Termasuk pada 16 orang laki-laki penderita hipertensi.

Pakar dari Pusat Jantung Nasional Harapan Kita ini menambahkan, seledri dan kumis kucing mengandung senyawa aktif yang menurunkan tekanan darah. Seledri mempunyai efek calcium antagonis dan kumis kucing mempunyai efek beta blocker di samping mempunyai efek diuretic yang dominan menurunkan tekanan darah tinggi.

Hiprtensi Banyak Menyerang Orang TuaHiprtensi Banyak Menyerang Orang Tua

Uji klinis bukan hanya di RS Harapan Kita, tetapi juga dilakukan di 12 rumah sakit lainnya seperti RS Jantung Harapan Kita, RSPAD Gatot Subroto, RS Pertamina, RSUP Cipto Mangunkusumo, RS Adam Malik, RSUP M Djamil, RS Wahidin Sudiro, RS Sanglah, RS Sanglah, RSUD Soetomo, RS Karyadi, RS Pupuk Kaltim, RS Hasan Sadikin dan RS Sardjito.

Uji klinis yang tersebar di 10 kota besar itu meliputi 282 pasien pria dan wanita berusia 25-75 tahun yang menderita hipertensi tingkat I dan II.

Sementara itu, subjek uji klinis dibagi dua kelompok. Pertama, pasien yang diberi obat Amlodipin 1 x 5mg per hari. Sedangkan kelompok kedua, pasien mendapat obat fitofarmaka yang terbuat dari seledri dan kumis kucing (Tensigard) 3 x 1 kapsul per hari.

Penelitian itu dilakukan dengan rancangan Ramdomized Triple Blind Control Study dengan lama 12 minggu. Selama penelitian dilakukan anamnesis pemeriksaan klinis oleh dokter dan perawat.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan darah sistolik masing-masing kelompok turun secara bertahap dari 153,26 +- 10,87 mmHg menjadi 131,72 +-13,63 mmHG yang diberi obat seledri dan kumis kucing. Jadi siapa bilang, tanaman tradisional tidak ada gunanya?