SURVEYOR BATAM

Beranda » Uncategorized » Penentuan Posisi dengan GPS

Penentuan Posisi dengan GPS

Juni 2010
M S S R K J S
« Feb   Jul »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Flickr Photos

Lebih Banyak Foto

Kategori

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 514 pengikut lainnya

Photo proyek

Station..

Kingfisher (Alcedo atthis)

Supermoon setting

Lebih Banyak Foto

PENENTUAN POSISI OBJEK DI PERMUKAAN BUMI
• Terestrial: poligon, triangulasi, trilaterasi, pengikatan kemuka, pengikatan kebelakang, kombinasi
• Ekstra-terestrial: FotografikSatelit, Lunar Laser Ranging (LLR), Satellite Laser Ranging (SLR), Very Long Baseline Interferometry(VLBI), Doppler, GPS, GLONASS

SATELIT GPS
• GPS (Global Positioning System)
• Dibawah wewenang Department of Defense (DoD) Amerika Serikat
• Merupakan fasilitas militer Amerika dalam hal penentuan posisi
• Untuk kalangan sipil akurasi posisi diturunkan denganmenerapkan Anti-Spoofing (A-S) dan Selective Availibility(SA)

KEUNGGULAN GPS
• Spektrum ketelitiannya bervariasi
• Dapat dipakai didarat, laut & udara
• Penentuan posisi cepat, mudah & murah
• Dapat digunakan disegala cuaca
• Dapat digunakan 24 jam sehari
• Tidak dipengaruhi kondisi topografis
• Datum yang digunakan datum Global

KETERBATASAN GPS
• Memerlukan ruang terbuka
• Tinggi yang dihasilkan tinggi geometrik
• Pengolahan data GPS belum dapat dikatakan‘mudah’
• Sumber daya manusia yang menguasai teknologi GPS relatif sedikit

APLIKASI GPS
1. Aplikasi dalam Geodesi Murni
– Penentuan bentuk bumi (airborne gravimetry)
– Pengadaan kerangka referensi global
– Penentuan dimensi ellipsoid referensi& geoid
– Penentuan hubunganantar datum geodesi

2. Aplikasi dalam geodinamika
– Pengadaan titik-titik kerangka untuk pemantauan pergerakan lempeng

3. Lain-lain
– Penentuan karakteristik ionosfir / meteorologi
– Posisi dan pergerakan suatu wahana / platform dinamis
– Navigasi dalam perhubungan / transportasi
– Sinkronisasi pembangkit tenaga listrik
– Pemetaan jaringan kabel, pipa / saluran

SEGMEN SATELIT
• Segmen Angkasa: Wahana Satelit GPS
• Segmen Pengontrol: Master Kontrol, Station Monitor, Station Kontrol Darat
• Segmen Pengguna: Militer& Sipil

KARAKTERISTIK SINYAL
MENGINFORMASIKAN :
• Posisisatelit(data efemeris)
• Jaraksatelit-pengamat
• Informasi waktu
• Kelaikgunaan satelit
• Koreksi jam satelit
• Parameter model ionosfir
• Status konstelasi satelit
KOMPONEN SINYAL
• Gelombang Pembawa (L1&L2)
• Kode (Precise atau Private & Coarse Acquisition atau Clear Access)
• Pesan Navigasi
DATA YANG TERAMATI
• Jarak semu dari kode
• Jarak semu dari fase (gelombangpembawa)
• Data Doppler, yang berguna:
• Menghitung Integer Ambiguity pada pengamatan kinematik
• Sebagai data tambahan untuk point positioning

BIAS PENGAMATAN GPS
• Satelit; didalam data efemeris & model bias untuk jam satelit(data efemeris beracuan pada waktu dinamik-sinyalGPS ditransmisikan beracuan pada waktu atom)
• Stasionpengamat; bias jam receiver & ketidakpastian koordinat stasion pengamat
• Pengamatan; keterlambatan akibat ionosfir, troposfir dan ambiguitas fase gelombang pembawa

KESALAHAN PENGAMATAN GPS
Bias residu
Cycle slip
Multipath
Pergerakan pusat fase antena
Kesalahan acak pengamat
A-S danSA

PRINSIP PENENTUAN POSISI DENGAN GPS
Pengikatan kebelakang, satelit GPS dijadikan sebagai referensi(objek/titikyang diketahui posisi koordinatnya)

METODE :
Pseudorange-Carrier Phase
Real time –Post Processing
Point/Absolute –Relative Positioning

METODE PENGUKURAN
STATIK
KINEMATIK
RAPID STATIK
PSEUDO KINEMATIK
STOP AND GO
LEAP FROG

PROSEDUR PENGAMATAN
• Persiapan: administrasi, peta, desainjaring, kontrolkualitasrencana, session pengamatan dan mobilisasi tim
• Reconnaissance dan monumentasi
• Pengamatan( pada metode Real Time sekaligus pengolahan data)
• Pengolahan Data dan Adjustment (pada metode Post processing)

ASPEK YANG PERLU DIPERHATIKAN PADA PENGAMATAN GPS
• Organisasi pelaksana
• Jadwal tiap personal lapangan per hari
• Akomodasi selama pengamatan
• Transportasi antar titik
• Komunikasi antar tim pengamat

YANG PERLU DIPERHATIKAN PADA SAAT AKUISISI DATA
• Pengecekan kondisi sekitar lokasi titik
• Pra-pengamatan: sentring, pengukuran tinggi antena, koneksikabel
• Saatpengamatan: hargaDoP, pemeriksaan status baterai, status satelit
• Akhirpengamatan: cektinggi antena, lengkapi catatan lapangan, packing alat

PENGOLAHAN DATA (POST-PROCESSING)
• Down Load
• Prosesawal: manajemendata (nomorsession & pemilihandata yang layakproses), proses baseline secara cepat, sudah sesuaikah dengan spesifikasi teknis yang diinginkan?
• Pengolahan baseline
• Adjustment & transformasi koordinat

REAL TIME KINEMATIC (RTK)
Koreksi data dilakukansecara langsung (instan) dengan memanfaatkan komunikasi data antar alat (master-slave) atau pengiriman koreksi(orbit, waktu) secara sentral kepada yang berlangganan
Tiap Receiver RTK dilengkapi dengan program pengolahandata dan adjustment, menggunakan data yang diterimanya

DIFFERENTIAL GPS (DGPS)
DGPS identik dengan RTK
DGPS adalah sistem dimana titik referensi
mampu menganalisis sinyal GPS dan
mengkoreksi efekSA. Kemudian koreksi tersebut dapat dimanfaatkan receiver. Hal ini memperbaiki akurasi posisi horisontal 100 m dibandingkan data mentah GPS

SINYAL KOMUNIKASI DATA
Frekuensi sinyal yang digunakan disesuaikan dengan aplikasi yang diinginkan
• Ultra High Frequency (UHF) : 300 MHz-3 GHz (pj. Gel. 10 cm –1 m), jangkauan jarak s.d 20 km asal tidak ada obstruksi / halangan
• Very High Frequency (VHF) : 30 -300 MHz (pj.gel. 1 -10 m), jangkauan jarak s.d 70 km asal tidak ada  obstruksi
• High Frequency (HF) : 3 –30 MHz (pj.gel. 10-100 m), jangkauan jarak s.d 1000 km dan tidak dipengaruhi oleh kondisi topografis, tetapi alatnya sangat berat (tidak mudah dibawa)

KOREKSI DATA
ANTAR ALAT
– pencarian koordinat posisi titik referensi yang terbaik ( dapat berupa masukan atau perhitungan mandiri berdasarkan point positioning)
– koreksi berupa selisih data tiap epok dengan koordinat posisi referensi

KOREKSI BERLANGGANAN (SENTRAL)
Dikelola oleh organisasi / badan yang melakukan pengamatan GPS secara teliti dan kontinyu sehingga menghasilkan koreksi orbit dan waktu

RADIOBEACON
Radio beacon merupakan transmisi yang menggunakan sinyal kodemorse dan berulang tiap waktu tertentu secara teratur. Sinyal tersebut mampu menerima arah dari sumber transmiter untuk membantu menentukan posisi.
Frekuensinya ialah 285 -315 kHZ dan jarak jangkaunya 50-100 nm
Pelayanan DGPS Radiobeacon
Radiobeacon kelautan sangat memerlukan
transmisi koreksi differensial termasuk pesan
terpadu yang telah disesuaikan dengan receiver
GPS. Saat ini, telah banyak badan / organisasi
yang menyediakan pelayanan DGPS dan
akurasinya lebih baik dari 5 meter.